
Wednesday, May 31, 2006
2-year-Tabina

and here she is a two-years-little girl ...

Today is her 2nd birthday.
Happy Birthday, dear Tabina!
Thursday, April 06, 2006
Update: 22-Months Tabina
Walau nggak pergi-pergi mission, Ibu sibuk di kantor. Dan juga perkembangan Tabina cepat dan banyaaak sekali, sampe bingung apa yang mau ditulis disini ya. Kalau menyanyi, Tabina sejak 5 bulan yang lalu sudah pintar - maksudnya sudah hapal banyak lagu (ya lagu anak, ya lagu dewasa yang dia sempat dengar, heran cepat banget hapalnya..), ya hapal irama ya hapal kata-katanya. Dia senang kalo liat Bapaknya karaoke-an di rumah, suka rebutan mike :)
Dan seperti kata orang-orang yang ketemu dia, Tabina tuh nggak pemalu dan anaknya ceriwiiis! Banyak obrolan dan kata-katanya, udah bisa diajak komunikasi, nyeletuk & menanyakan pertanyaan yang 'nyambung'. Wah banyak sekali obrolan yang lucu-lucu yang nggak sempat Ibu ceritain disini.
Tabina senang 'membaca' buku dan 'menulis-nulis'. Dari kecil Tabina sering dibacakan buku-buku seri Winnie the Pooh yang kata-katanya sederhana dan gambarnya berwarna-warni, seperti Menjaga Kesehatan, Udara, Panca Indra, Selamat Pagi, Selamat Sore, Selamat Siang, Selamat Malam. Bukunya kecil dan kertasnya dari karton tebal jadi tidak mudah sobek. Nah, sekarang Tabina sudah hapal kata-kata persis dari tiap halaman di buku-buku tersebut hanya dengan melihat gambarnya! Padahal nggak ada yang ngajarin atau nyuruh loh, hanya karena sering dibacain saja.
Misalnya dia minta "Bu, baca baca Panca Indela..". Lalu Ibu buka halaman pertama, dia langsung bilang dengan suara kanak-kanaknya: "Aku punya lima alat, untuk men-indela..".
Atau tanpa membuka buku Selamat Pagi, Ibu berkata, "Jam berdentang enam kali..." Lalu Tabina meneruskan, "Tandanya Puh halus bangun pagi!"
Tabina, seperti juga anak kecil seusianya, nggak bisa diam. Kalau dia sedang tidak tidur, dia geraaaak terus, lari, lompat, bermain, memanjat, naik-turun tangga atau kalau agak tenang ya nyanyi-nyanyi, coret-coret kertas, baca-baca. Semua benda bisa dia jadikan mainan: piring, panci, boneka, bola, gantungan kunci (sampai lepas semua), magnet kulkas, sapu, VCD, sisir, name tag Meeting, sabuk, tas Ibu, dll - jadi kalau ada barang-barang yang agak berbahaya harus disingkirkan dari pandangannya kalau nggak mau diambil.
Seperti biasa, Tabina sangat jarang menangis. Hanya satu dua kali seminggu, itupun sebentar dan kalau sangat kesal. Dia sudah bisa marah dan menunjukkan keinginannya. Tapi kalau jatuh dia tidak pernah menangis.
Minggu lalu kami sekeluarga ke rumah Eyang di Bandung, dan pergi ke cafe susu dan peternakan sapi Lembang Kencana. Tabina senang sekali lari kejar-kejaran bersama Ibu dan Tante Dita.

Begitu melihat Bapaknya datang, dia lari kencang dan terjatuh keras terjerembab tengkurap. Dia tidak menangis, tapi ikut tertawa bersama kami semua. Nih ini dia yang sakit, katanya...

Tabina juga sudah senang memilih sendiri pakaiannya dan ingin mencoba benda-benda yang digunakan orang lain disekitarnya. Dia ingin mencoba 'menyetil' alias duduk di mobil memegang setir. Pura-pura menelpon Eyang atau memesan akua satu galon. Menggendong boneka Dora lalu pura-pura menyuntik Dora seperti di dokter dan memberinya vaksinasi PIN Polio,
...dan memakai sendiri (tidak mau dibantu loh) kacamata Tante Dita, hehe..

Friday, December 16, 2005
Rumah Strawberry
Katanya sih udah ada sejak setaun lalu, tapi kami baru datang kesana pas Lebaran kemaren. Letaknya di Bandung Utara - daerah sekitar Cihideung dan Poltek Ciwaruga (ke arah Lembang), yang terkenal dengan udara sejuk dan tanaman2nya yang indah. FYI, tempatnya nggak jauh dari café resto The Peak dan Sapu Lidi. Tepatnya di Jalan Cigugur, Aksesnya bisa dari Jl. Sersan Bajuri (Setiabudi depan Terminal Ledeng) atau Gegerkalong Hilir.

Rumah Strawberry ini tempat makan juga. Harganya standar Bandung, tapi kalo dibandingin dengan di Jakarta termasuk murah juga. Tempatnya open air. Menunya nggak terlalu banyak, tapi makanannya enak. Yang enak tuh Nasi Liwet (paket untuk 4 orang), dengan nasi putih hangat dalam wadah ‘gentong logam’ plus tahu goreng, ikan asin jambal, ayam goreng, lalap, sambal dan sayur asem. Hmm... :) Hidangan laen yang enak: Bradwurst (sosis Jerman disajikan dgn kentang goreng), Chicken Soup, Spaghetti, Gurame Bakar dan jus stroberi.
Yang unik disini tuh kita bisa beli stroberi dengan memilih dan memetik sendiri! Jadi ada kebun stroberi di sekitarnya dalam semacam rumah kaca yang dibudidayakan sedemikian rupa dengan suhu dan aliran air tertentu, jadi cepat tumbuh dan rasanya enak. Setiap 2 hari sudah muncul lagi buahnya. Di Rumah Strawberry kita bisa beli stroberi segar, beli dodol stroberi buatan mereka (rasanya enak lho), dan jus stroberri. Halamannya luas, jadi anak-anak senang bermain-main dan lari-lari kesana kemari. Wah, Tabina gembira sekali disana.

Kontur tanahnya dibuat bertingkat, jadi kita bisa milih makan di bawah payung di tingkat atas atau di bangunan utama di bawah. Tapi sebaiknya jangan kesana saat musim liburan atau musim hujan. Waduh pas libur Lebaran lalu itu, penuh banget jadi susah cari parkir dan tempat duduk. Ditambah hujan deras lagi, jadi hampir semua orang berteduh di bangunan utama sambil berdiri menghindari angin hujan dari samping; yang sedang makan atau udah duduk pun jadi nggak nyaman karena dikelilingi orang2, dan pesanan makanan pun jadi lama. Dan... saat kami kesana itu kira-kira ber-24 orang (termasuk anak-anak), jadi meni riweuh pisan, hehe... ^ ^
Thursday, October 13, 2005
Aa Gym
Hari Minggu siang, Ibu sedang ganti-ganti channel TV. Di salah satu channel, ada acara ceramah, lagi diliatin gambar para jamaah, belum ada gambar penceramahnya, baru suaranya aja tapi...
"Bu, AA GIM! Ada AA GIM!!"
Walah, Ibu kaget.. Tabina sudah hapal suara Aa Gym?
Pas ada gambar Aa Gym-nya di TV, Tabina tersenyum dan nunjuk "Aa Gim.. Pake topi!"
:D
Doa Makan
Lima hari yang lalu: "Bu, Mbak Tabina udah bisa doa makan, Bu"
"Oya ? Wah coba Tabina, gimana doa makannya? Bismillahirrahmanirrahim.."
Lalu Ibu membaca satu kata dan Tabina melanjutkannya.
Eh tapi besok-besoknya, Tabina hapal sendiri semuanya. Memang sih, masih cadel, tapi nadanya sudah seperti contoh dari Ibu dan paling enggak bunyi huruf konsonannya mirip dan bunyi huruf fokalnya benar semua. Barusan Tabina membaca doa makan di telpon buat Ibu di kantor:
"Bismilah rohman rohim.
Alohuma,
Baliklanaa, fimaa,
Lojaktana,
Kina,
aja banal!!
Amin"
Amin. Alhamdulilah.
Friday, September 30, 2005
Tulis..
Dari dulu sebelum umur setahun, Tabina senang ngambil bolpen dari saku Bapak. Walaupun setelah itu diambil lagi dan dinasehati karena takut kecolok mata, tetep aja diulangi.Kira-kira sebulan lalu, waktu Tabina 14 bulan, Tabina ngambil bolpen Eyang Kakung. Oleh Kakung, daripada Tabina lari-lari cape ngejarnya, Tabina dikasih kertas dan dicontohin megang bolpen dan corat-coret. Eeeh, Tabina cepat bisa lho. Waktu itu Ibu sedang pergi; pas Ibu pulang, Tabina bilang: "Buu.. tulis Bu, tuliis!" sambil gembira dan duduk di lantai menghadapi kertas.
Yang diatas itu tulisan Tabina lho.. :)
Oleh Ibu, tulisan Tabina ini di-scan dan dikirim buat Bapak di Jepang - surat dari Tabina! Wah, Bapak senang sekali dapat surat dari Tabina ^ ^
Sekarang tiap liat bolpen atau pinsil, Tabina bilang "Tulis, tulis" lalu mencoret-coret apapun, kertas, majalah, koran, tembok juga mulai nih dicoret, hihi.. Ibu sudah menyediakan kertas, tapi kadang lantai atau kakinya juga dicoret-coret. Ngga apa-apa deh, Ibu nggak mau melarang, yang penting kreatif.
*** *** ***
ini dia foto2nya menyusul:

Thursday, September 08, 2005
Dua ekor kelinci

Karena Tabina makin susah diajak tidur (senangnya main melulu dan nyanyian kadang sudah nggak mempan), Ibu akan membacakan sajak cerita yang dipelajari Ibu waktu TK dulu. Sajak ini punya nada dan gaya tertentu.
Ibuku: Tabina, mau cerita nggak?
Tabina: Mau! Mauuu!
Sini tiduran pake selimut
Cimut, cimut
...
Dua ekor kelinciii
berebut sepotong loti!
Minta to- lon kepada.. kelaaa,
sepotong loti dibagi duaaa!
Ditimbang- imbang berat yang manaaa,
berat yang kiri di.. gi - kit,
berat yang kanan tikikit,
Lama-lama rotinya... haphisss!
Dua ekor ke- linciiie,
ting gal menangis.. - angis!
Huuuu huuu Huuuu Huuu...
(bersama: Huuuu huuu Huuuu Huuu...)
(Tabina yang sehari-hari hampir nggak pernah nangis, menirukan gaya Ibu yang pura-pura menangis sambil mengusap-ngusap matanya dan menirukan ekspresi sedih)
...
Heuuheuuheuu... Hehehe
Hahaha...
Ibu dan Tabina tertawa senang bersama! :)
Tabina, lagi?
Agi, agi. Klincie 'agi.
Ibu dan Tabina bersama-sama mendongeng Dua Ekor Kelinci lagi.
Wednesday, August 31, 2005
Bapaku juga
Waktu malam-malam dipamitin Bapaknya di airport sih Tabina nggak nangis, nggak seperti waktu ditinggal Ibu mission. Tapi besoknya waktu Ibu pulang kantor sore-sore, yang dicari Bapak. Waktu denger pembantu ngunci pintu pagar, Tabina lari-lari keluar sambil teriak-teriak Bapaku! Bapaku! Wah, Ibu jadi ngenes deh liatnya...trus Ibu bilang: "Bapak nggak ada, pergi"
Tabina senang waktu malamnya Bapak nelpon. Dia ikut nyanyi Balonku bareng Bapak. Tapi sesudah itu Tabina lari-lari lagi kesana kemari seperti biasa. Hehe... Tabina nggak tau sih telpon internasional mahal dan susah... :)
Semalam Ibu iseng tanya ke Tabina yang sedang baca-baca buku, "Mbak Tabina, Bapak mana?" Eh, Tabina sambil asik maen menjawab "Ka ada, egi" (= nggak ada, pergi) Waa.... Tabina yaa....
Pagi ini Tabina ikut Ibu ke kamar Ibu & Bapak, ngambil celana pendek Bapak (yang sering dipakai di rumah) dari atas tempat tidur, trus ditunjukin ke Ibu: "Ibuku! Cana Bapa! Cana Bapa" sambil senyum-senyum gembira :)
*untuk Bapakku di Tokyo kalo lagi kangen Tabina*


